tempat wisata di bandung

9 Tempat Wisata Di Bandung Yang Sayang Dilewatkan Ketika Liburan

Tak salah lagi, selain sebagai surga kuliner, Bandung juga pusat berbagai tempat wisata menarik. Alam raya Bandung masih cukup terjaga hingga detik ini. Pemandangan alam nan elok serta kondisi udara yang sejuk, dipastikan membuat siapa saja yang berada di kota ini menjadi betah. Bahkan, di musim-musim liburan seperti hari raya, tahun baru, atau libur semester, tempat wisata di Bandung akan dibanjiri oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Mungkin Anda salah satu orang yang berencana melakukan liburan ke Bandung suatu saat nanti. Tak ada salahnya jika dari sekarang Anda menyusun itenarary sederhana. Paling tidak, Anda sudah punya gambaran tempat wisata di Bandung mana saja yang ingin dituju. Jika belum tahu apa saja objek wisata keren di Bandung, beberapa contoh berikut ini barangkali dapat memudahkan Anda.

1.Trans Studio Bandung

trans studio bandung
Tans Studio Bandung via transstudiobandung.com

Kalau di Jakarta ada Dufan, Bandung pun tak mau kalah. Tak tanggung-tanggung, di kota kembang ini terdapat sebuah kawasan permainan terbesar di dunia yang diberi ama Trans Studio Bandung. Lebih dari 20 jenis permainan seru ada di sini. Sejumlah permainan memukau yang ditawarkan antara lain Sky Pirates, Trans Scient Centre, Trans Broadcast Museum, Ocean World Scient Centre, Trans Movie Magic, Giant Swing, Negeri Raksasa, Marvel Super Heroes, Kong Climb, dan masih banyak lagi.

Uniknya, wahana permainan ini bukan dibangun di ruang terbuka sebagaimana halnya Dufan, melainkan berada di dalam sebuah ruangan megah (indoor). Sehingga tak perlu takut kehujanan atau kepanasan.

Trans Studio Bandung buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga 7 malam. Namun, khusus weekend tutupnya lebih lama yakni pukul 9 malam. Setiap hari Senin-Kamis setiap pengunjung dibebankan tiket masuk sebesar 180 ribu rupiah. Untuk hari Jumat harganya naik menjadi 200 ribu. Sedangkan untuk Sabtu-Minggu lebih mahal lagi: 280 ribu rupiah.

Harga tiket belum termasuk biaya pembelian kartu Trans Studio (Mega Cash) yang berfungsi untuk biaya makan atau pembelian aksesoris tertentu  selama di dalam arena Trans Studio. Kartu tersebut dihargai 10 ribu rupiah dan Anda bisa mengisi saldonya sesuai kebutuhan. Sebagai gambaran, untuk makan dan minum saja sekurang-kurangnya habis 50 ribu rupiah/orang. Jika di akhir kunjungan saldo Anda berlebih, saldo bisa diuangkan kembali begitu Anda pulang.

Pada weekend jumlah pengunjung biasanya meningkat 2-3x lipat dari hari biasa. Antrian panjang akan terlihat pada masing-masing wahana. Tapi tenang, jika malas mengantri Anda bisa membeli gelang VIP senilai 250 ribu rupiah di loket yang tersedia. Lumayan mahal memang, namun dengan gelang tersebut Anda akan diprioritaskan untuk mencoba wahana manapun yang diinginkan tanpa harus mengantri lama-lama.

Wisatawan yang datang dari luar kota Bandung tak perlu repot mencari penginapan. Sebab, Trans Studio Bandung menyatu dengan dua hotel kelas internasional. Selain megah, pelayanannya membuat semua tamu serasa raja.

Satu hal yang perlu dipersiapkan sebelum berkunjung ke Trans Studio adalah budget yang memadai. Terus terang, ini adalah tempat wisata yang ditujukan untuk kelas menengah ke atas. Walau mahal, namun kepuasan yang didapat sungguh berkesan.

2. Gunung Tangkuban Perahu

tangkuban perahu
Tangkuban Perahu via Medium.com

Gunung Tangkuban Perahu sudah sejak lama dikenal luas sebagai salah satu tempat wisata legendaris negeri parahiyangan. Konon, keberadaan gunung ini dilatarbelakangi oleh dongeng percintaan antara Dayang Sumbi dan Sangkuriang. Terlepas benar atau tidak, namun keindahan panorama alamnya sama sekali bukan isapan jempol.

Objek wisata Gunung Tangkuban Perahu berlokasi di Cikhuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, atau berjarak sekitar 20 KM ke arah utara kota Bandung. Meski Gunung Tangkuban Perahu masih berstatus aktif dan terus dalam pengawasan oleh Badan Direktorat Vulkanologi Indonesia, namun hal itu tidak menyurutkan langkah para wisatawan untuk berkunjung ke sini. Bahkan, wisatawan mancanegara pun kerap menambahkan tempat wisata di Bandung yang satu ini dalam itenarary mereka.

Laiknya objek wisata pegunungan, kawasan Tangkuban Perahu disemarakkan oleh barisan hutan pinus, kebun teh, serta beberapa kawah yang diantaranya dinamakan Kawah Upas, Kawah Kawah Domas, dan Kawah Ratu. Dari ketiga kawah tersebut, Kawah Ratu yang paling sering mencuri perhatian wisatawan. Selama berada di sini, bau khas belerang akan sangat mendominasi. Tapi percayalah, ketidaknyamanan itu akan tergantikan dengan pesona alam sekitar yang sulit Anda temukan di tempat lain.

Selain bejalan-jalan menyusuri lokasi dengan permukaan tanah yang dominan berundak-undak ini, Anda juga bisa shoping cenderamata khas Bandung di kios-kios yang berada di sekitar lokasi. Kalau pandai menawar, Anda bisa dapat harga yang cukup murah. Jika lelah, Anda bisa berkeliling menggunakan kuda yang disewakan masayarakat setempat. 

Dahulu, tempat wisata ini diberlakukan gratis untuk seluruh pengunjung. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung dari waktu ke waktu, pihak pengelola merasa perlu “mempercantik” tempat ini supaya membuat pengunjung tak menyesal pernah datang ke sini. Karena itu maka dibutuhkanlah budget khusus yang diperoleh dari biaya retribusi. Tidak mahal-mahal, tiket masuk per orang hanya 15 ribu rupiah (di luar biaya parkir kendaraan). Sedangkan untuk turis mancanegara dibebankan tiket masuk senilai 50 ribu rupiah (di luar parkir kendaraan).

3. Pemandian Air Panas Ciater

pemandian air panas ciater
Pemandian Air Panas Ciater via Anekatempatwisata.com

Sebelum masa liburan Anda berakhir, sempatkan dulu berendam di pemandian air panas Ciater. Berendam air panas terbukti mampu mengembalikan stamina tubuh yang lelah, menghilangkan pegal-pegal, otot tegang, memperbaiki mood, serta menenangkan pikiran. Point plus lainnya, air panas di Ciater bersumber langsung dari kawah Gunung Tangkuban Perahu. Sehingga airnya mengandung unsur belerang yang cukup tinggi. Seperti yang kita ketahu bersama, belerang sangat mujarab mengatasi berbagai macam penyakit kulit seperti panu, kurap, jerawat, dan sebagainya. Oleh sebab itu sebagian wisatawan rela jauh-jauh ke sini  bukan hanya sekadar untuk berendam biasa, tapi juga untuk melakukan ikhtiar kesembuhan untuk penyakit kulit yang sedang diderita.

Di areal seluas 30 hektare ini, terdapat beberapa pilihan kolam air panas. Bukan hanya itu, di sini juga tersedia kolam pancing, arena outbond, café, toilet, mushala, dan fasilitas pendukung lainnya. Pantas saja banyak wisatawan yang betah berlama-lama di sini.

Baca: 21 Permainan tradisional anak

Lokasi pemandian air panas Ciater tidak seberapa jauh dari objek wisata Gunung Tangkuban Perahu. Hanya berjarak sekitar 7 kilometer saja. Sedangkan dari kota Bandung hanya berjarak 32 kilometer atau setara 40-50 menit perjalanan darat saja.

Pemandian air panas Ciater buka setiap hari selama 24 jam full. Jadi bisa disinggahi kapanpun wisatawan menginginkannya. Bahkan, pemandian ini selalu ramai pengunjung pada malam hari. Mungkin banyak yang ingin menghangatkan tubuh di tengah terpaan udara pegunungan yang luar biasa dingin.

4. Kawah Putih Ciwidey

kawah putih

Sekitar 50 KM ke arah selatan Bandung terdapat satu objek wisata alam yang sangat memukau. Sayang sekali jika Anda tidak mampir ke sini. Tempat tersebut dikenal dengan nama Kawah Putih Ciwidey.

Kawah Putih Ciwidey sebetulnya merupakan danau yang terbetuk dari letusan Gunung Patuha. Air danaunya berwarna tosca, sedangkan daratan berpasir di sekitarnya berwarna putih dan sarat kandungan belerang. Uniknya, air danau ini bisa berubah-ubah warna.

Sebagai salah satu khasanah wisata alam Indonesia, sepatutnya kita berterima kasih kepada Dr. Franz  Wilhelm Junghuhn. Di adalah seorang peneliti berkebangsaan Jerman yang pertama kali menemukan tempat indah ini pada tahun 1837. Konon, pasca Gunung Patuha meletus, tak ada yang berani menginjakkan kaki ke Ciwidey karena dianggap angker. Bahkan, burung pun tidak berani melintas di atasnya.

Berkat keberanian Dr. Franz, tempat seindah ini ditemukan dan kini dikenal luas bahkan hingga ke luar negeri. Selain menjadi tempat wisata, Kawah Putih Ciwidey juga kerap difungsikan sebagai lokasi pemotretan untuk berbagai kebutuhan. Semisal pre wedding.

Saat ini, fasilitas Kawah Putih Ciwidey sudah semakin lengkap. Anda tak perlu repot-repot menyiapkan logistik, karena di sekitar lokasi ada beberapa warung makan dengan kuliner yang menyelerakan. Selain itu, ad pula mushalla lengkap dengan toiletnya.

Biaya masuk ke Kawah Putih Ciwidey tidak seberapa mahal. Tiap orang hanya dibebankan tiket seharga 15 ribu rupiah (kecuali anak-anak di bawah 2 tahun). Biaya lainnya adalah retribusi parkir untuk kendaraan yang digunakan. Untuk mobil dikenakan biaya retribusi sebesar 6 ribu upiah, sepda motor 5 ribu rupiah, dan bus 25 ribu rupiah.

Khusus untuk parkir yang berada lebih dekat dengan kawah (parkir atas), harga tiketnya jauh lebih mahal. Untuk mobil dikenakan retribusi sebsar 150 ribu rupiah, sepeda motor 35 ribu rupiah. Keuntungan parkir atas, Anda tak perlu jauh-jauh mendaki menuju lokasi kawah.

5. Kebun Strawberry Ciwidey

kebun strawberry Ciwidey
Kebun Straberry Ciwidey via java-wisata.co.id

Buah strawberry cukup mudah kita temukan di supermarket-supermarket ternama. Biasanya sudah dikemas dalam box mika. Di Bandung, ada beberapa perkebunan strawberry yang memungkinkan Anda untuk memilih dan memetik strawberry terbaik langsung dari pohonnya. Salah satunya di Kebun Strawberry Ciwidey yang berada di  Jalan Ciwidey, Rancabali.

Baca juga: Tote Bag Yang Perlu Kamu Ketahui

Seluruh strawberry yang telah dipetik di sini akan ditimbang dan dihargai sesuai beratnya. Per kilo sekitar 35-50 ribu rupiah. Sebuah harga yang berbanding lurus dengan kualitas strawberry yang Anda akan Anda bawa pulang tentunya. FYI, strawberry yang dihasilkan dari perkebunan ini mempunyai ciri buah lebih besar, warna merah mencolok, dan rasa manis yang dominan pada daging buahnya.

Begitu selesai dibayar, strawberry-strawberry tersebut bisa langsung Anda makan. Tenang, kebun ini bebas pestisida. Jadi buahnya aman dikonsumsi langsung setelah dipetik. Bila sudah puas “memanen” strawberry, jangan buru-buru pulang. Bersantailah sejenak di restoran yang ada di kawasan agrowisata ini. Segelas jus strawberry dingin dapat menggantikan energi Anda yang telah terbuang. Selain itu, di sini Anda juga bisa jajan roti yang enak-enak dan empuk. Dipastikan, roti diproduksi setiap hari. Jadi yang disuguhkan kepada pembeli selalu fresh from the oven.

Agrowisata Kebun Starwberry Ciwidey tidak menjual tiket masuk alias gratis. Anda hanya perlu membayar atas apa yang Anda ambil atau konsumsi. Misal, strawberry yang sudah Anda petik, makan di restorant, atau jajan roti. Jangan takut kehabisan uang cash, di sini telah tersedia Anjungan Tunai Mandiri. Bahkan, untuk wisatawan yang ingin menginap pun bisa menyewa homestay yang letaknya dekat sekali dengan lokasi agrowisata ini.

6. Sanghyang Heuleut

Sanghyang Heuleut
Sanghyang Heuleut via guebanget.com

memang belum setenar objek wisata Gunung Tangkuban Perahu dan Kawah Putih Ciwidey, namun tempat ini pasti membuat Anda takjub luar biasa. Sanghyang Heuleut sendiri merupakan danau purbakala yang dikelilingi tebing dan pepohonan. Saking indahnya masyarakat setempat meyakini Sanghyang Heuleut adalah tempat mandinya para bidadari yang turun dari khayangan.

Karena belum begitu banyak yang tahu tentang keberadaan Sanghyang Heuleut, maka tempat potensial in jarang terlihat ramai. Namun, justru itu yang membuat sebagian orang yang pernah datang ke sini menyukainya. Suasana tenang membuat hati jadi ikut damai. Cocok juga untuk Anda yang ingin melatih kosentrasi atau sekadar mencari inspirasi.

Selama berada di sini, kebanyakan wisatawan memilih menceburkan diri ke dalam air danau. Karena masih tergolong alami, kesejukan airnya tiada terbilang. Kalau punya nyali dan keterampilan berenang, bolehlah melompat dari atas tebing setinggi 5 meter.  Rasakan sensasi serunya ketika air danau yang sejuk menyambut Anda. Tetapi, jika phobia pada ketinggian apalagi tak bisa berenang, jangan coba-coba melakukan gaya ekstrim ini. Bisa-bisa Anda hanyut di kedalaman danau atau tergelincir di bebatuan.

Sanghyang Heuleut tidak terlalu jauh dari pusat kota Bandung. Hanya sekitar 1, 5 jam perjalanan darat. Lokasi tepatnya berada Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Untuk memudahkan Anda yang sama sekali belum pernah datang ke sini, pedoman utamanya adalah PLTA Saguling. Dari PLTA akan lebih mudah lagi menemukan lokasi Sanghyang Heuleut. Cukup dengan membayar 10 ribu rupia per orang, Anda bisa mengeksplore tempat ini sepuas-puasnya.

7. Dusun Bambu

Dusun Bambu
Dusun Bambu via malangtoday.net

Ada lagi tempat wisata di Bandung sedang ramai diperbincangkan warganet. Tempat tersebut dinamakan Dusun Bambu. Terletak di Jalan Kertawangi, Bandung Barat. Dusun Bambu sendiri merupakan sebuah areal luas di kaki Gunung Burangrang. Begitu tiba di sini, hawa sejuk khas pegunungan akan menyambut Anda. Jadi kalau selama ini Anda terbiasa menghadapi temperature udara yang cukup tinggi, mungkin di sini Anda akan sering merasa kedinginan. Apalagi jika bertepatan dengan hari hujan, dinginnya semakin mengigit. Supaya tetap nyaman, kenakan pakaian yang cukup tertutup. Semisal kaos/kemeja lengan panjang dan celana jeans.

Baca juga: Jenis jenis kerudung

Walau dinamakan Dusun Bambu, namun tempat ini bukanlah dusun dalam artian sebenarnya. Bisa dibilang ini adalah sebuah dusun rekayasa yang menggabungkan unsur tradisional dan modren sekaligus. Banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan selama berada di sini. Mulai dari berjalan kaki menyaksikan pemandangan alam sekitar, bersampan di atas danau, menikmati sajian kuliner khas sunda, atau sekadar leyeh-leyeh di dalam pondok-pondok bambu yang disediakan pengelola. Jika ingin yang lebih berkelas, Anda bisa menyewa villa yang juga terdapat di tempat ini.

Tike masuk Dusun Bambu cukup terjangkau untuk sebagian besar kalangan masyarakat, yakni hanya 15 ribu rupiah per orang. Namun, biaya tersebut belum termasuk pengeluaran untuk makan dan minum selama berada di lokasi atau sewa pondok dan villa.

8. Kolam Renang Karang Setra (Karang Setra Waterland)

karang setra
karang setra via hargatiket.net

Ke Bandung jangan lupa singgah ke Kolam Renang Karang Setra. Ini termasuk kolam renang tertua di Bandung sekaligus terluas se-Asia Tenggara. Bayangkan, luas areanya mencapai 6 Hektare! Dahulu, tempat ini hanya difokuskan untuk latihan para atlet renang atau kegiatan ekstrakurikuler pelajar saja. Seriring berjalannya waktu, kolam renang Karang Setra direvitalisasi agar lebih menarik dan cocok untuk sekalian tempat rekreasi keluarga. Karena itu namanya kini berganti menjadi Karang Setra Waterland.

Menyesuaikan dengan nama barunya, Karang Setra menyediakan banyak sekali wahana permainan air, contohnya waterboom. Tak tanggung-tanggung waterboom Karang Setra ini panjang lintasannya mencapai 86 meter. Ada juga wahana permainan air kolam naga. Kolam naga ini mengajak Anda menyusuri perut naga yang meliuk-liuk dengan panjang kira-kira 15 meter. Di dalam perut naga ini sengaja tidak dipasang lampu. Jadi Anda akan meluncur dalam kegelapan dan keluar melalui mulut naga. Sungguh suatu sensasi yang mencekam namun luar biasa seru. Kolam arus dan air terjun buatan juga tak kalah asyik untuk dicoba. Kolam arus akan membawa Anda mengelilingi lintasan kolam cukup dalam posisi telentang saja, lalu disambut oleh guyuran air terjun buatan.

Tempat wisata di Bandung yang satu ini beroperasi setiap hari dari pukul 8 pagi sampai 4 sore. Harga tiketnya 33 ribu rupiah khusus weekdays dan 38 ribu rupiah saat weekend.

9. Floating Market Bandung

floating market lembang
floating market lembang via tribunews.com

Di Thailand, ada sebuah pasar yang seluruh aktivitasnya dilakukan di atas sebuah sungai. Pembeli maupun penjual sama-sama harus menggunakan sampan supaya bisa terhubung satu sama lain. Memang tampaknya merepotkan karena dengan begitu pembeli perlu mengayuh sampan. Belum lagi risiko sampan bocor atau belanjaan terjatuh dan hanyut ke dalam sungai. Meski demikian adanya, pasar yang dikenal dengan nama floating market atau pasar terapung tersebut mampu menarik perhatian khalayak, terutama wisatawan. 

Baca: Perbedaan Kaos Sablon dan Kaos Print

Seakan mau kalah dengan Thailand, Bandung juga punya floating market. Bedanya, floating market Bandung dilakukan di sebuah danau. Pasar ini belum lama ada. Tepatnya, baru tahun 2012 silam diresmikan. Sama seperti Thailand, floating market Bandung juga menyedot perhatian publik. Para wisatawan berdatangan demi merasakan sensasi seru belanja di atas air. Di sini kita bisa membeli

Hebatnya lagi, floating market Bandung bukan hanya menyuguhkan pemandangan sebuah pasar di atas danau saja, tapi juga aneka objek wisata buatan lainnya. Jadi semacam sebuah tempat wisata terpadu yang di dalamnya terdiri atas banyak objek wisata alternatif. Misalnya saja, setelah selesai berbelanja di floating market, Anda bisa jalan-jalan ke Kota Mini.

Kota Mini merupakan obyek wisata yang di bangun satu area dengan floating market. Konsepnya berupa miniatur kota impian beserta segala sarana dan prasarananya. Lalu, ada juga taman kelinci yang cocok untuk hiburan si buah hati. Di taman ini, kelinci-kelinci menggemaskan dibiarkan berlarian bebas. Boleh dikejar dan ditangkap tapi tidak boleh dibawa pulang atau disiksa.

Anda juga bisa sekalian singgah ke Rainbow Garden. Rainbow garden merupakan taman bunga yang sungguh apik. Betapa tidak, tiap-tiap bunga ditata sesuai warnanya. Jadi seluruh bunga yang ada di kebun ini tampak lebih ciamik dan rapi. Satu hal yang bikin tercengang, 80% bunga yang ada di Rainbow Garden ini bahkan bisa dimakan.

Harga tiket masuknya cukup terjangkau. Untuk hari biasa, masing-masing orang hanya dikenakan tarif 15 ribu rupiah (weekdays). Sedangkan di akhir pekan atau hari raya, harga tiketnya naik menjadi 20 ribu rupiah. Asyiknya, tiap lembar tiket bisa ditukarkan dengan segelas millo, lemon tea, atau minuman segar lainnya yang tersedia. Lumayan untuk melepas dahaga selama menjelajahi floating market. Itulah 9 tempat wisata di Bandung yang sayang diabaikan ketika liburan. Jangan lupa, dokumentasikan liburan seru Anda selama berada di Bandung dengan melakukan swafoto. Happy holiday, friends!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *