kaos dtg

Sudah Tahu Apa Kaos DTG Itu?

Menjalankan usaha konveksi memang menjadi usaha yang menjanjikan saat ini. Maka tidak heran, banyak orang yang mulai menjalankan usaha konveksi. Semakin ketatnya persaingan, membuat para pengusaha tersebut memproduksi kaos-kaos dengan kualitas bagus, baik dari segi bahan, jahitan, model, hingga sablonnya.

Agar kaos-kaos yang dihasilkan memiliki kualitas bagus, terutama di bagian sablon, para pengusaha lebih banyak menggunakan teknik sablon printing DTG (Direct to Garment). Untuk membuat kaos DTG, pengusaha konveksi menggunakan printer DTG dengan tinta yang akan langsung ditorehkan pada kaos, kemudian di-press menggunakan mesin hot press. Awalnya, printer DTG hanya dapat digunakan pada kaos berwarna putih dengan ukuran sablon A4. Seiiring dengan berjalannya waktu, printer DTG saat ini dapat digunakan pada kaos berwarna gelap dengan ukuran sablon A3.

Kelebihan Sablon Kaos DTG

Karena dirasa lebih praktis dan lebih efisien, para pengusaha konveksi lebih memilih untuk menggunakan sablon printing DTG. Adapun kelebihan dari sablon ini adalah sebagai berikut.

  1. Proses cetak sablon lebih praktis dan simple.
  2. Tidak ada batasan warna.
  3. Dapat mencetak sablon dengan desain sendiri.
  4. Dapat mencetak sablon yang sangat rumit.
  5. Hasil cetak sablon lebih awet, lebih bagus, dan lebih halus.
  6. Hasil cetak sablon tidak mudah luntur karena menggunakan tinta yang khusus untuk garmen.
  7. Warna sablon sangat cerah, tajam, mengkilat, dan tidak lengket.

Kekurangan Sablon Kaos DTG

Selain kelebihan, sablon kaos DTG juga memiliki kekurangan yang harus diperhitungkan oleh para pengusaha konveksi. Adapun kekurangannya adalah sebagai berikut.

  1. Biaya produksi lebih mahal.
  2. Hanya bahan kaos tertentu yang dapat menggunakan sablon dengan printer DTG.
  3. Area kaos yang disablon masih terbatas.
  4. Untuk produksi massal, membutuhkan waktu yang lebih lama.
  5. Hasil warna sablon tidak stabil pada kaos berwarna gelap karena printer DTG membutuhkan tinta warna putih, sedangkan harga tinta putih cukup mahal.

Cara Merawat Kaos Dengan Sablon DTG Yang Baik Dan Benar

Agar kaos dengan sablon DTG tetap awet sehingga dapat dikenakan dalam jangka waktu yang panjang, Anda harus merawatnya dengan baik dan benar. Adapun cara merawat kaos DTG yang baik dan benar adalah sebagai berikut.

  • Rendam Kaos

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah merendam kaos di dalam air yang sudah dicampur dengan deterjen selama 15 menit. Jangan merendam terlalu lama karena dapat membuat kaos cepat rusak.

  • Sikat Secara Perlahan

Agar sablon tidak rusak, sikatlah kaos secara perlahan. Jangan pula memeras kaos terlalu kuat agar kaos tidak cepat melar.

  • Tidak Menggunakan Mesin Cuci

Alangkah baiknya jika Anda tidak menggunakan mesin cuci saat mencuci kaos DTG. Lakukanlah secara manual agar kaos tidak menjadi kasar dan tidak cepat melar.

  • Tidak Menggunakan Pemutih

Jika menggunakan pemutih, sablon pada kaos akan luntur. Hal ini dikarenakan pemutih mengandung berbagai zat kimia.

  • Jemur Kaos Secara Terbalik

Menjemur kaos secara terbalik akan menghindari pudarnya warna dan sablon kaos. Agar semakin awet, jemurlah kaos menggunakan hanger yang ukurannya sesuai. Jika menggunakan hanger yang terlalu besar, dikhawatirkan bagian leher kaos akan melar.

  • Disetrika

Jika sudah kering, setrikalah kaos dengan suhu yang sedang. Jangan menyetrika bagian sablon karena akan mengelupas dan kaos menjadi tidak nyaman dikenakan. Jika ingin membuat kaos DTG, Anda dapat menggunakan desain sendiri. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *